DuaPena menemani menyusun kerangka, menjaga benang cerita, dan merapikan naskah — tetapi kalimat terakhir selalu keputusan penulisnya.
Mulai menulis
oleh Aryatama Anshari
Bagaimana jika rasa takut bisa ditimbang dan dijual seperti daging di pasar? Nurlela, mantan penimbang di Pasar Senen yang kehilangan indra penciumannya sejak kebakaran kios ibunya, menemukan bahwa ia bisa 'mencium' ketakutan orang lain sebagai aroma tajam yang membuatnya lapar tak tertahankan—dan semakin ia memakan ketakutan itu lewat cara-cara yang ia rahasiakan, semakin kuat dan waras ia merasa. Ketika seorang rentenir bernama Pak Broto mulai memburu utang neneknya, Nurlela mendapati satu-satunya sumber ketakutan paling deras dan lezat ada pada orang yang paling ia cintai: adik lelakinya sendiri, Damar, yang phobia gelapnya kian parah. Jika Nurlela terus mengikuti kerakusannya, ia mungkin menyelamatkan keluarganya dari kebangkrutan—tapi mempertaruhkan kewarasan dan kasih sayang yang tersisa pada dirinya sendiri.

oleh Aryatama Anshari
Handoko Wibisono, penulis skenario sinetron religi fenomenal Assalamualaikum Cinta yang termasyhur berkat dialog sakti 'Suara Tuhan'-nya, tiba-tiba mengamuk di lokasi syuting dan berteriak 'Tuhan itu karangan gue!' tepat saat adegan itu disiarkan langsung—videonya viral dalam semalam. Rumah produksi mengultimatum: ia wajib menjalani terapi psikologis 30 hari dengan dr. Wening Prameswari, seorang psikolog nyentrik yang justru gemar membedah naskah-naskah lamanya untuk membongkar dari mana sebenarnya 'suara Tuhan' itu berasal—ingatan masa kecil, ayahnya yang pendeta gadungan, atau delusinya sendiri. Bila dalam 30 hari ia gagal menuntaskan terapi sekaligus menulis ulang season 5 demi kontrak dua miliar rupiah, ia bukan cuma kehilangan karier: mantan istrinya sudah menyiapkan berkas hak asuh penuh atas anak semata wayang mereka, dengan bukti rekaman ledakan itu sebagai amunisi utama. Di antara sesi terapi yang berubah jadi debat teologis konyol dan tenggat naskah yang menuntut ia terus berpura-pura tahu jawaban Tuhan, Handoko harus memutuskan: berhenti berbohong pada penonton, atau berhenti berbohong pada dirinya sendiri.