dcfab2f · 31 Agu, 19.46
DuaPena menemani menyusun kerangka, menjaga benang cerita, dan merapikan naskah — tetapi kalimat terakhir selalu keputusan penulisnya.
oleh Aryatama Anshari
Bagaimana jika serpihan mahkota dari kerajaan langit yang runtuh dua abad lalu ternyata masih hidup dan memilih pewarisnya sendiri di tengah kota yang sekarat oleh hujan abu? Sena Ardaya, pemulung puing langit berusia 19 tahun di Distrik Bawah kota Wirasaba, menemukan pecahan Mahkota Cakracandra di antara reruntuhan yang jatuh dari pulau-pulau langit yang masih melayang di atas kota. Pecahan itu mulai memanggilnya menuju istana utama yang tersisa, sekaligus menandai dirinya sebagai buruan utama Dewan Abu—rezim yang menjatah udara bersih lewat kartu identitas dan memburu mahkota itu untuk mengukuhkan kekuasaan mereka selamanya. Jika Sena gagal mencapai reruntuhan istana lebih dulu, Dewan Abu akan menguasai mahkota utuh dan mengubah hujan abu menjadi senjata permanen, memusnahkan seluruh Distrik Bawah termasuk adiknya, Wulan, yang paru-parunya sudah nyaris habis dimakan abu.